Implementasi Pembelajaran Lapangan: Field Trip Mahasiswa S1 Kebidanan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tentang Fertilitas dan Infertilitas

Yogyakarta – Sebanyak 16 mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Gombong, melaksanakan kegiatan field trip ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, yaitu ke Klinik Infertilitas Permata Hati, pada Rabu, 24 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Asuhan Kebidanan Pranikah dan Prakonsepsi, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep fertilitas dan infertilitas melalui pembelajaran langsung di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan. Field trip ini diikuti oleh 16 mahasiswa S1 Kebidanan dan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah.

Kegiatan field trip ini dilatar belakangi oleh masih tingginya permasalahan infertilitas pada pasangan usia subur di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Kebumen. Secara nasional, diperkirakan sekitar 10–15% pasangan usia subur mengalami infertilitas, yaitu kondisi ketika kehamilan belum terjadi setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa penggunaan alat kontrasepsi. Kondisi ini menjadikan infertilitas sebagai salah satu isu penting dalam kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Kegiatan field trip diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan dari Dr. Siti Mutoharoh, S.ST, MPH.  selaku dosen pembimbing mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gombong. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan oleh pihak RSUP Dr. Sardjito, sekaligus memohon izin agar mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan guna menambah wawasan dan pengalaman belajar secara langsung di lingkungan rumah sakit.

Selanjutnya sambutan dari Khairul Bariyah S.Kep.,Ners, Wakil Manajer Rawat Inap dan Rawat Jalan RSUP Dr. Sardjito memberikan sambutan sekaligus menerima secara resmi mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gombong. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik kehadiran mahasiswa dan menyatakan kesiapan RSUP Dr. Sardjito sebagai sarana pembelajaran, serta berharap kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan tertib dan memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pemberian plakat sebagai simbol serah terima kegiatan field trip dari pihak institusi pendidikan kepada pihak RSUP Dr. Sardjito. Serah terima ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan pembelajaran lapangan serta bentuk kerja sama dan apresiasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari bu Dessi pratiwiana, Amd.Keb, mengenai fertilitas dan infertilitas yang merupakan tenaga kesehatan profesional di Klinik Infertilitas Permata Hati. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar fertilitas, faktor-faktor penyebab infertilitas pada perempuan dan laki-laki, serta pentingnya pelayanan pranikah dan prakonsepsi dalam upaya pencegahan dan deteksi dini masalah kesuburan. Pemaparan materi ini memberikan gambaran komprehensif kepada mahasiswa mengenai peran bidan dalam pelayanan kesehatan reproduksi.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemaparan dan pembahasan mengenai kasus infertilitas yang sering dijumpai di Kabupaten Kebumen. Salah satu kasus yang dibahas adalah pasangan usia subur yang telah menikah selama lebih dari dua tahun namun belum memiliki keturunan. Berdasarkan hasil pengkajian awal, ditemukan bahwa sekitar 40–50% kasus infertilitas dipengaruhi oleh faktor perempuan, seperti gangguan ovulasi, ketidakteraturan siklus menstruasi, serta riwayat infeksi saluran reproduksi. Selain itu, sekitar 30–40% kasus disebabkan oleh faktor laki-laki, antara lain kualitas sperma yang rendah akibat kebiasaan merokok dan pola hidup tidak sehat. Sementara itu, sekitar 10–20% kasus lainnya merupakan kombinasi faktor suami dan istri atau penyebab yang tidak dapat ditentukan secara pasti.

Selanjutnya, mahasiswa mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Dalam sesi ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendalami studi kasus fertilitas dan infertilitas, termasuk kasus yang sering dijumpai di Kabupaten Kebumen. Diskusi ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, mengaitkan teori dengan praktik lapangan, serta memahami pendekatan asuhan kebidanan yang holistik dan berkesinambungan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan dan observasi langsung ke Klinik Infertilitas Permata Hati RSUP Dr. Sardjito. Pada sesi ini, mahasiswa diajak berkeliling untuk melihat secara langsung alur pelayanan kesehatan reproduksi, khususnya pelayanan pranikah dan prakonsepsi, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan awal, hingga edukasi kepada pasien. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa mengenai suasana kerja dan sistem pelayanan di klinik fertilitas.

Secara umum, kegiatan field trip ini berlangsung dengan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, aktif dalam bertanya, serta mampu mengaitkan teori yang telah diperoleh di perkuliahan dengan kondisi nyata di pelayanan kesehatan. Kegiatan ini juga memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya peran bidan dalam meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat.

Melalui kegiatan field trip ini, mahasiswa berharap dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam memberikan asuhan kebidanan pranikah dan prakonsepsi, khususnya dalam menghadapi permasalahan fertilitas dan infertilitas di masyarakat, termasuk di daerah seperti Kabupaten Kebumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.