Kamis, 2 Januari 2025 telah diadakan kembali Kuliah Pakar yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Industri Program Sarjana. Kegiatan ini dihadiri sebagian besar mahasiswa Program Studi Teknik Industri dari Universitas Muhammadiyah Gombong.
Dalam acara kuliah pakar ini, pembicara utama adalah Bpk. Rohmat Setiawan, S.T.,M.T.,CSCA.,CSCM.,CLIP. Beliau merupakan seorang Sekretaris Program Studi Teknologi Rekayasa Logistik, Politeknik Astra.
Pembukaan kuliah tamu ini diawali dengan sambutan hangat dari Bapak ketua program studi S1 teknik industri Unimugo, yakni Bpk. Ir Eko Ari Wibowo S.T ., M.T.
Adapun isi kegiatan :
Pembicara menjelaskan secara rinci topik yang diangkat dalam kuliah tamu ini terkait Logistics 4.0. Beliau menyampaikan gagasan-gagasan penting yang sangat bermanfaat bagi hadirin terkait Logistics 4.0: Overview and Transformation Technologies. . Bahwa ” Kuliah pakar ini menyimpulkan Logistics 4.0 Merupakan integrasi logistik dengan teknologi Industri 4.0, mencakup digitalisasi, Internet of Things (IoT), dan otomatisasi untuk meningkatkan fleksibilitas, kecepatan, kualitas, dan pelacakan. Manfaat utama dari Logistic 4.0 ada 4 yaitu fleksibilitas, kecepatan, kualitas pengiriman, dan kemampuan pelacakan (track-ability). Kata kunci dari Logistic 4.0 ada 4 yaitu digitalisasi, IoT dan Internet of Services (IoS), otomatisasi dan real-time, dan artificial intelligence. Elemen Logistics 4.0 ada 5 yaitu End-to-End Visibility, IoT & IOS Adoption, Smart Containers and Pallets, Integrasi Industri 4.0, Analytics untuk keputusan yang lebih baik. Adapun perbedaan antara logistik dan rantai pasok, di antaranya :
- Logistik fokus pada pengelolaan barang mulai dari pengiriman hingga ke konsumen.
- Manajemen rantai pasok mencakup aliran barang, informasi, dan uang dari bahan mentah hingga produk akhir. Kondisi Logistik di Indonesia
- Nilai pasar logistik Indonesia diperkirakan tumbuh 9% per tahun, dari USD 81,3 miliar (2020) menjadi USD 138,04 miliar (2026).
- Tantangan: biaya logistik yang tinggi.
- Tren: digitalisasi logistik dan e-commerce, program tol laut, serta pengembangan logistik dingin (cold chain).
Dan ada tantangan tersendiri dari Logistic 4.0 :
- Waktu: Ketepatan waktu dan fleksibilitas pengiriman.
- Kualitas: Keberlanjutan lingkungan dan privasi data.
- Biaya: Efisiensi dan standarisasi kerja.
Hal ini disampaikan oleh narasumber guna meningkatkan pengetahun dan pemahaman para mahasiswa dibidang Logistic 4.0.
Para hadirin yang berjumlah sekitar 42 partisipan secara daring/zoom sangat antusias mengikuti kuliah umum ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab.
Acara ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung berlangsungnya kuliah umum ini.