Gombong, 19 Desember 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Bela Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Intoleransi dan Bullying sebagai Ancaman Nilai Bela Negara di Lingkungan Akademik” pada Jumat, 19 Desember 2025 bertempat di Auditorium Lt 3 UNIMUGO.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Prodi, yaitu Prodi Hukum, Farmasi, Teknik Industri, Administrasi Rumah Sakit, Keperawatan, Bidan, Manajemen, dan Teknik Informasi. Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya universitas dalam menanamkan nilai-nilai bela negara melalui pembentukan karakter, sikap toleran, dan penghormatan terhadap keberagaman di lingkungan perguruan tinggi.
Bela negara tidak hanya dimaknai sebagai upaya pertahanan fisik, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk menolak segala bentuk intoleransi dan bullying yang dapat merusak persatuan serta keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Intoleransi dan bullying bertentangan dengan semangat bela negara karena mengikis nilai persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, toleran, dan cinta tanah air,” ujar Bapak Noor Rahmad selaku Kaprodi Prodi Hukum.
Pada sesi utama, Bapak Heri Pramono, S.Pd selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kebumen memaparkan bahwa Negara Indonesia dapat berdiri tegak karena nilai toleransi. Toleransi meliputi seluruh aspek kehidupan seperti agama, ras, suku, bangsa dan Golongan.
Kegiatan kuliah umum ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas bentuk-bentuk intoleransi dan bullying yang kerap terjadi di lingkungan kampus, implikasinya terhadap nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, serta strategi pencegahan dan penanganan yang dapat diterapkan secara institusional maupun individual.
Melalui peringatan Hari Bela Negara ini, UNIMUGO menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang akademik yang aman, inklusif, dan berlandaskan nilai kebangsaan, serta mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan semangat bela negara dalam kehidupan kampus dan masyarakat luas.
