{"id":3997,"date":"2026-04-16T11:56:26","date_gmt":"2026-04-16T04:56:26","guid":{"rendered":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/?p=3997"},"modified":"2026-04-16T11:56:26","modified_gmt":"2026-04-16T04:56:26","slug":"implementasi-model-praktik-keperawatan-profesional-melalui-terapi-kreatif-pembuatan-lilin-aromaterapi-bagi-pasien-gangguan-jiwa-di-rs-pku-muhammadiyah-gombong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/?p=3997","title":{"rendered":"Implementasi Model Praktik Keperawatan Profesional melalui Terapi Kreatif Pembuatan Lilin Aromaterapi bagi Pasien Gangguan Jiwa di RS PKU Muhammadiyah Gombong"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-4001 size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ars4-300x143.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"143\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dosen Universitas Muhammadiyah Gombong melakukan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Ruang Al Afiyat RS PKU Muhammadiyah Gombong. Tim PkM yang diketuai oleh Darsino, S.Kep. Ns., MARS dari Prodi Administrasi Rumah Sakit bersama Arnika Dwi Asti, S.Kep. Ns., M. Kep dari bidang ilmu keperawatan jiwa dan Dr. Apt. Titi Pudji Rahayu, M. Farm dari bidang ilmu farmasi menghadirkan inovasi terapi keperawatan jiwa melalui kegiatan \u201cModel Praktik Keperawatan Profesional untuk Optimalisasi Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi\u201d. Kegiatan ini juga dibantu oleh Farhana Zahidah, AMd. Farm selaku laboran prodi Farmasi, Umi Sangadah, S.Kep. Ns., dosen dari prodi Adminitrasi Rumah Sakit serta 3 orang mahasiswa dari prodi D3 Keperawatan dan Prodi Farmasi. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu pasien gangguan jiwa meningkatkan kemampuan sosial, kreativitas, rasa percaya diri, serta memperoleh efek relaksasi yang mendukung proses pemulihan psikologis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu :<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tahap pembentukan <em>peer group agent of change<\/em> dari tim perawat. Pada tahap ini sejumlah 5 orang perawat dipilih untuk menjadi tim inti yang bertanggungjawab atas pelaksanaan 2 program berikutnya. Perawat diberikan edukasi tentang manfaat aromaterapi, pengenalan bahan dan alat, demonstrasi cara pembuatan, hingga praktik langsung membuat lilin aromaterapi. Tim <em>peer group agent of change <\/em>juga menjadi penanggung jawab secara keseluruhan utuk kontinuitas pelaksanaan program di masa yang akan datang.<\/li>\n<li>Tahap edukasi dan pelatihan oleh <em>peer group agent of change<\/em> pada perawat ruang Al Afiyat. Pada tahap ini 5 orang perawat yang telah dilatih pada tahap sebelumnya melakukan edukasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi pada 7 orang perawat lain di ruang Al Afiyat dengan sistem diskusi <em>peer group<\/em>. Capaian pada tahap ini adalah seluruh perawat di ruang Al Afiyat dipastikan telah memahami materi dan mampu membuat lilin aromaterapi.<\/li>\n<li>Tahap Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) pasien ODGJ. Pada tahap ini sejumlah 5 orang perawat dan 10 orang pasien melakukan TAK pembuatan lilin aromaterapi. Pembuatan lilin aromaterapi ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif variasi kegiatan TAK yang dilaksanakan rutin di ruang Al Afiyat. Pembuatan lilin aromaterapi juga dimaksudkan agar pasien ODGJ dapat mengambil manfaat relaksaasi dari lilin yang dihasilkan. Hal ini membantu pasien ODGJ untuk berada pada kondisi tenang dan meminimalisir resiko amuk.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dipilih karena tidak hanya melatih keterampilan motorik dan kreativitas pasien, tetapi juga memberikan manfaat terapeutik melalui aroma yang dihasilkan. Aroma tertentu, seperti lavender, chamomile, sereh, dan citrus, diketahui memiliki efek menenangkan yang dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan ketegangan emosional. Paparan aroma bekerja melalui sistem penciuman yang terhubung langsung dengan sistem limbik di otak, yaitu bagian yang berperan dalam mengatur emosi, memori, dan respons stres. Melalui mekanisme tersebut, aromaterapi dapat memicu rasa nyaman, rileks, dan memperbaiki suasana hati pasien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi memiliki manfaat yang signifikan terhadap kesehatan mental. Tinjauan ilmiah terbaru menjelaskan bahwa aromaterapi dapat membantu mengurangi gejala kecemasan, depresi, insomnia, serta meningkatkan keseimbangan emosi dan kualitas tidur. Aroma seperti lavender bahkan disebut berpotensi mengurangi penggunaan obat anti-kecemasan karena efek relaksasinya yang kuat. Penelitian mengenai lilin aromaterapi juga menunjukkan hasil yang positif. Sebuah studi tahun 2025 menemukan bahwa lilin aromaterapi lavender memberikan efek relaksasi yang signifikan dan mampu menurunkan tingkat kecemasan secara bermakna. Pada penelitian tersebut, kategori kecemasan sedang dan berat mengalami penurunan setelah pemberian lilin aromaterapi, sedangkan kondisi tidak cemas dan cemas ringan meningkat. Selain itu, beberapa meta-analisis dan systematic review menunjukkan bahwa aromaterapi efektif menurunkan kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, serta memperbaiki kesejahteraan psikologis pasien. Aromaterapi juga dinilai aman, non-invasif, mudah diterapkan, dan dapat dipadukan dengan intervensi keperawatan lainnya, termasuk terapi aktivitas kelompok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks keperawatan jiwa, kombinasi terapi aktivitas kelompok dengan pembuatan lilin aromaterapi memberikan manfaat ganda. Pasien tidak hanya memperoleh pengalaman sosial dan keterampilan baru, tetapi juga merasakan efek menenangkan dari aroma yang dihasilkan. Kegiatan ini membantu pasien menjadi lebih tenang, kooperatif, mampu berinteraksi dengan orang lain, dan lebih percaya diri terhadap kemampuan diri mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata Model Praktik Keperawatan Profesional yang inovatif, humanis, dan berbasis kebutuhan pasien. Kedepan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari rehabilitasi psikososial bagi pasien gangguan jiwa, baik di rumah sakit maupun di masyarakat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-3999 aligncenter\" src=\"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ars2-300x216.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"216\" \/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3998 aligncenter\" src=\"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ars3-300x264.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"264\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dosen Universitas Muhammadiyah Gombong melakukan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Ruang Al Afiyat RS PKU Muhammadiyah Gombong. Tim PkM yang diketuai oleh Darsino, S.Kep. Ns., MARS dari Prodi Administrasi Rumah Sakit bersama Arnika Dwi Asti, S.Kep. Ns., M. Kep dari bidang ilmu keperawatan jiwa dan Dr. Apt. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4000,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3997"}],"collection":[{"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4002,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3997\/revisions\/4002"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/s1ars\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}