{"id":239,"date":"2020-05-13T13:30:00","date_gmt":"2020-05-13T06:30:00","guid":{"rendered":"http:\/\/d3kep.stikesmuhgombong.ac.id\/?p=239"},"modified":"2020-11-07T10:17:27","modified_gmt":"2020-11-07T03:17:27","slug":"anak-sehat-selama-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/?p=239","title":{"rendered":"Anak Sehat Selama Pandemi Covid 19"},"content":{"rendered":"<p>Ditulis Oleh: Nurlaila, M.Kep (Dosen STIKES Muhammadiyah Gombong)<\/p>\n<p>Pada situasi meningkatnya jumlah pasien yang dirawat inap dan kematian akibat wabah covid 19, menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat terhadap anak-anak mereka. Covid 19 yang parah pada anak dilaporkan jarang terjadi di seluruh dunia. Laporan terbesar terjadi pada anak-anak di China yaitu sejumlah 2143 anak di china mengalami Covid 19, hanya 5-6% anak yang mengalami penyakit parah yaitu hipoksia (kekurangan oksigen) dan 0,6% anak mengalami gagal nafas atau kegagalan multiorgan atau\u00a0 acute respiratory distress syndrome (ARDS) <sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Meksipun tingkat keparahan dan kematian pada anak akibat covid 19 diseluruh dunia dialaporkan rendah, namun situasi ini menimbulkan kekhawatiran pada tenaga kesehatan dan para orang tua akan kesehatan anak di Indonesia. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menjaga anak tetap sehat dan terhindar dari Covid 19 adalah:<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Memberi pengertian pada anak untuk beraktifitas di dalam rumah. Jelaskan prinsip menjaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 m<\/p>\n<p>2.\u00a0 \u00a0 Membiasakan anak mencuci tangannya dengan air bersih dan sabun lebih sering yaitu sebelum makan, setelah buang air, sebelum dan setelah melakukan aktivitas (bermain, menyentuh hewan, dsb). Penggunaan\u00a0<em>hand sanitizer\u00a0<\/em>hanya alternative apabila tidak tersedia air mengalir dan sabun, misalnya jika jauh dari sarana cuci tangan.<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Mengingatkan anak untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Memakai masker (masker kain) saat memerlukan ke luar rumah untuk mencegah penularan melalui batuk dan bersin. Anak cenderung sulit untuk menggunakan masker dalam waktu lama sehingga tetap tinggal dirumah adalah pilihan yang baik untuk anak.<\/p>\n<p>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Segera mandi, cuci rambut dan mengganti baju sesampainya di rumah setelah berpergian<\/p>\n<p>6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Membersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti perabot, gagang pintu, mainan, gawai dan lain-lain dengan desinfektan secara berkala<\/p>\n<p>7.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Orang tua mengajarkan etika bersin dan batu pada anak: Gunakan boneka untuk menunjukkan gejala bersin, batuk dan menutup bersin atau batuk dengan siku tangan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Cuci tangan dengan air bersih dan sabun yang menyenangkan bagi anak:<\/strong><\/p>\n<p>a.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menyanyikan lagu sambil mencuci tangan untuk berlatih mencuci tangan atau menggunakan handrub minimal selama 40-60 detik<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>b.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Memberi hadiah untuk mencuci tangan yang sering \/ tepat waktu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Cara memakai masker<\/strong><\/p>\n<p>a.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ajari anak mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker<\/p>\n<p>b.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pastikan masker menutup mulut, hidung dan dagu<\/p>\n<p>c.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Hindari menyentuh masker saat memakainya, minta anak mencuci tangan jika menyentuh masker<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>d.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Melepas masker dengan hanya menyentuh talinya untuk segera dicuci<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Monitor kesehatan anak secara mandiri dirumah:<\/strong><\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pantau pertumbuhan dan perkembangan balita menggunakan buku KIA<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pemenuhan asupan gizi seimbang sesuai usia anak mengacu pada panduan di buku KIA<\/p>\n<p>a.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Bayi baru lahir sampai usia 6 bulan diberikan ASI saja (ASI eksklusif)<\/p>\n<p>b.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Bayi usia 6 bulan sampai 2 tahun lanjutkn pemberian ASI dan MP-ASI sesuai anjuran pemberian makan bayi dan anak (PMBA) yang baik dan benar<\/p>\n<p>c.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Anak umur 2 tahun keatas diberikan makanan keluarga yang memenuhi gizi seimbang<\/p>\n<p>d.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tunda membawa anak ke fasilitas kesehatan, kecuali keadaan gawat darurat, meliputi:<\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sesak nafas atau biru pada bibir<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Diare terus menerus atau muntah disertai lemas (dehidrasi)<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Nyeri perut hebat<\/p>\n<p>4)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Perdarahan terus menerus<\/p>\n<p>5)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kejang atau penurunan kesadaran atau kelumpuhan<\/p>\n<p>6)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Demam tinggi 3 hari atau demam pada neonates<\/p>\n<p>7)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kecelakaan<\/p>\n<p>8)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Keracunan, menelan benda asing, digigit hewan bebisa<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Saat harus berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan, lakukan tindakan berikut:<\/strong><\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Usahakan membuat janji temu dengan pemberi pelayanan agar tidak menunggu terlalu lama<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Menggunakan masker baik ibu maupun anak, sejak dari rumah. Masker bedah lebih baik<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Upayakan tidak menggunakan transportasi umum<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir begitu sampai di fasilitas pelayanan kesehatan.<\/p>\n<p>5.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jaga jarak minimal 1,5 m dengan orang sekitar dan upayakan tidak menyentuh apapun jika tidak diperlukan.<\/p>\n<p>6.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Selesai pelayanan segera kembali ke rumah, ikuti protokol tatacara masuk rumah setelah berpergian (segera mandi dan ganti baju)\u00a0<sup>2<\/sup><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<p>1. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sinha IP, Harwood R, Semple MG, et al. COVID-19 infection in children.\u00a0<em>Lancet Respir Med<\/em>. 2020;(20):2019-2020. doi:10.1016\/S2213-2600(20)30152-1<\/p>\n<p>2. \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kementrian Kesehatan RI.\u00a0<em>Panduan Pelayanan Kesehatan Balita Pada Masa Tanggap Darurat COVID-19<\/em>. Jakarta; 2020.<\/p>\n<div><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis Oleh: Nurlaila, M.Kep (Dosen STIKES Muhammadiyah Gombong) Pada situasi meningkatnya jumlah pasien yang dirawat inap dan kematian akibat wabah covid 19, menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat terhadap anak-anak mereka. Covid 19 yang parah pada anak dilaporkan jarang terjadi di seluruh dunia. Laporan terbesar terjadi pada anak-anak di China yaitu sejumlah 2143 anak di china mengalami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/239"}],"collection":[{"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=239"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/239\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prodi.unimugo.ac.id\/d3perawat\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}