admin | PRODI D3 KEBIDANAN https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan Menjadi Bidan Yang Islami dan Amanah Dalam Menjalankan Tugas Keselamatan Ibu Hamil Wed, 10 Dec 2025 06:37:08 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.9.13 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/wp-content/uploads/2022/04/cropped-11-32x32.png admin | PRODI D3 KEBIDANAN https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan 32 32 PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN MELALUI PELATIHAN PIJAT BATUK PILEK PADA BALITA DI DESA TAMBAKPROGATEN, KLIRONG https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=1031 Sun, 19 Oct 2025 04:27:09 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=1031

Kebumen, 18 Oktober 2025 – Sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi anak, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Kebidanan yang dibimbing oleh Dr. Siti Mutoharoh, S.ST., M.P.H. bersama Bidan Sumarni, M.Keb., menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Pijat Batuk Pilek pada Balita” di Aula Balai Desa Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini diikuti oleh 15 kader kesehatan desa.

Batuk dan pilek pada balita merupakan keluhan yang sangat umum di masyarakat. Penyakit batuk pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3-6 kali per tahun (rata-rata 4 kali per tahun), artinya seorang Balita rata-rata mendapatkan serangan batuk pilek sebanyak 3-6 kali setahun (Akseer, 2020). Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020 pada negara berkembang insidens infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Angka kematian ISPA mencapai 4,25 juta per tahun di dunia. Pada tahun 2020 diperkirakan ISPA pada balita usia 1-5 tahun terdapat 1.988 kasus dengan prevalensi 42,91%. Sedangkan prevalensi kejadian ISPA di Jawa Tengah menurut profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 39,8%.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa masalah batuk pilek/ISPA pada balita masih tinggi dan menjadi beban yang cukup serius dalam pelayanan kesehatan anak tingkat masyarakat. Sebagian besar masyarakat masih mengandalkan obat-obatan, padahal terdapat metode nonfarmakologis yang lebih aman dan mudah dilakukan, yaitu pijat batuk pilek. Melalui pijatan di titik-titik tertentu seperti dada, punggung, dan telapak kaki, sirkulasi darah serta sistem pernapasan anak dapat ditingkatkan sehingga proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Selama ini, ibu balita sering kali hanya mengandalkan obat farmakologis untuk mengatasi batuk pilek yang dialami anaknya. Padahal, penggunaan obat farmakologis secara terus-menerus tidak selalu diperlukan, terutama pada kasus batuk pilek ringan yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengetahui dan menerapkan terapi non-farmakologis sebagai upaya pendukung penyembuhan, seperti memberikan asupan cairan yang cukup, menjaga kelembapan udara, mengatur posisi tidur anak agar lebih nyaman, serta melakukan pijat ringan atau aromaterapi yang dapat membantu meredakan gejala secara alami. Pendekatan ini tidak hanya aman, tetapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak secara optimal.

Kader kesehatan adalah anggota masyarakat yang secara sukarela, terlatih, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya kesehatan di lingkungannya. Mereka berperan sebagai ujung tombak dalam penyuluhan, pemantauan, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa atau posyandu. Dengan memberikan pelatihan kepada kader mengenai penerapan terapi non-farmakologis untuk batuk pilek pada balita, pengetahuan tersebut dapat terus ditularkan kepada para ibu secara berkelanjutan. Hal ini akan menjamin keberlangsungan program kesehatan, memperkuat kemandirian masyarakat, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat menyelenggarakan kegiatan pelatihan pijat batuk pilek bagi kader. Pelatihan dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama diawali dengan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta tentang penyebab, tanda-tanda, serta penanganan batuk pilek pada balita. Hasil pretest menunjukkan bahwa beberapa kader belum memahami secara mendalam teknik pijat yang benar dan manfaat fisiologisnya bagi anak.

Sesi kedua diisi dengan penyampaian materi tentang batuk pilek balita dan permasalahan lain serta terapi komplementer khususnya pijat untuk mengatasi masalah pada balita. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai titik-titik pijat yang berhubungan dengan sistem pernapasan, seperti area dada dan punggung. Sesi ini berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab.

Setelah penyampaian teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pijat batuk pilek oleh tim pengabdian masyarakat. Dalam sesi ini, tim memperagakan langsung teknik pijat batuk pilek menggunakan panthom bayi sambil menjelaskan urutan gerakan, titik-titik penting, serta tekanan yang aman bagi anak. Para kader tampak antusias memperhatikan setiap gerakan dan mencatat langkah-langkah yang perlu diingat sebelum praktik mandiri.

Sesi ketiga merupakan praktik langsung pijat balita. Para peserta dibagi menjadi 2 kelompok dan melakukan simulasi teknik pijat dengan panduan dan koreksi langsung dari instruktur. Bidan desa turut memberikan pendampingan untuk memastikan setiap langkah dilakukan sesuai standar keamanan dan kenyamanan anak balita. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh semangat.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta mengikuti posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan setelah pelatihan. Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta dibandingkan saat pretest, menandakan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman kader terhadap manfaat dan teknik pijat batuk pilek pada balita.

Salah satu kader peserta pelatihan, Utami Indriyani (40), mengaku senang bisa mendapatkan pengetahuan baru yang bisa diterapkan dalam kegiatan posyandu. Tim pengabdian masyarakat berharap agar para kader kesehatan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama kegiatan pelatihan dalam setiap kegiatan posyandu maupun saat memberikan edukasi kepada para ibu balita di wilayah Tambakprogaten. Melalui kegiatan ini, diharapkan kader mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan awal batuk pilek pada balita secara cepat, tepat, dan aman, terutama dengan memanfaatkan terapi non-farmakologis.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar di tingkat keluarga, mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan anak, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan, khususnya dalam peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di wilayah Tambakprogaten secara berkelanjutan.

]]>
Pelatihan Senam Maryam Bagi Ibu Hamil sebagai Upaya Peningkatan Persiapan Fisik Menghadapi Persalinan https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=1028 Sun, 19 Oct 2025 04:23:45 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=1028 Mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) melaksanakan kegiatan Pelatihan Senam Maryam bagi Ibu Hamil Trimester III di Balai Desa Logede, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan.

Selama masa kehamilan, terutama pada trimester III, ibu hamil sering mengalami perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Secara fisik, ibu hamil umumnya merasakan nyeri punggung, sesak napas, gangguan tidur, dan kram otot. Dari sisi psikologis, banyak yang mengalami kecemasan menjelang persalinan akibat kekhawatiran terhadap keselamatan diri dan bayi. Data UNICEF (2021) menunjukkan sekitar 30% ibu hamil di dunia mengalami kecemasan, sedangkan di Indonesia mencapai 28,7%, dan di Provinsi Jawa Tengah sebesar 42,8% (Heryanti et al., 2024). Kondisi tersebut dapat berdampak pada proses persalinan, seperti kontraksi yang lemah, persalinan lama, hingga risiko komplikasi bagi ibu dan bayi.

Sebagai upaya promotif dan preventif, mahasiswa memperkenalkan Senam Maryam, yaitu latihan non farmakologis yang menggabungkan gerakan tubuh, teknik pernapasan, relaksasi, dan dzikir. Senam ini bertujuan memperkuat otot panggul, melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan elastisitas tubuh, serta menurunkan tingkat stres dan kecemasan ibu hamil menjelang persalinan. Gerakannya terinspirasi dari posisi salat seperti rukuk dan sujud, yang menjadikan latihan ini tidak hanya bermanfaat bagi fisik tetapi juga memberi ketenangan spiritual.

Pelatihan Senam Maryam ini dilakukan untuk memberikan pembekalan kepada ibu hamil agar lebih siap secara fisik dan mental menghadapi proses persalinan. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Oktober 2025, di Balai Desa Logede, Kecamatan Pejagoan, diikuti oleh 10 ibu hamil trimester III dan 5 kader kesehatan desa. Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa dan bidan desa, kemudian dilanjutkan dengan dua sesi utama, yaitu pemberian materi dan simulasi (praktek) Senam Maryam.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi tentang persiapan fisik dan mental menjelang persalinan, tanda-tanda persalinan, serta pentingnya dukungan keluarga. Setelah itu, dilanjutkan dengan simulasi dan praktik langsung gerakan Senam Maryam dengan pendampingan bidan desa. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan dengan penuh semangat, diiringi musik relaksasi yang menenangkan.

Untuk menilai efektivitas kegiatan, dilakukan pre test dan post test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Ibu hamil mengaku merasa lebih siap, tenang, dan percaya diri dalam menghadapi persalinan. “Gerakannya mudah diikuti dan bisa dilakukan di rumah. Setelah senam, badan terasa lebih ringan dan pikiran jadi tenang,” ujar salah satu peserta. Sedangkan ibu kader merasa senang memiliki keterampilan baru yang bisa disampaikan kepada kader yang lain maupun ibu hamil berikutnya di desa tersebut.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain itu, pelatihan senam maryam diharapkan menjadi program rutin di Desa Logede dengan pendampingan bidan dan kader sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan anak serta menurunkan tingkat kecemasan menjelang persalinan.

 

]]>
RAPAT EVALUASI PEMBELAJARAN SEMESTER GENAP TA 2024/2025 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=1019 Wed, 27 Aug 2025 07:59:13 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=1019 Fikes-Unimugo . Selasa, 26 Agustus 2025 telah dilaksanakan Rapat Evaluasi Pembelajaran Semester Genap Prodi Kebidanan Program Diploma TA 2024/2025 bertempat di Ruang Kuliah 1 Universitas Muhammadiyah Gombong. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, LPM Fakultas Ilmu Kesehatan, Ketua Prodi, Dosen Kebidanan Program Diploma dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi proses pembelajaran selama satu semester, selain pemaparan hasil monev pembelajaran semester genap juga disampaikan evaluasi kurikulum oleh tim kurikulum.

 

]]>
RAPAT EVALUASI PEMBELAJARAN SEMESTER GENAP TA 2023/2024 PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM DIPLOMA https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=1012 Thu, 15 Aug 2024 06:30:35 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=1012 Fikes-Unimugo . Rabu, 14 Agustus 2024 telah dilaksanakan Rapat Evaluasi Pembelajaran Semester Genap Prodi Kebidanan Program Diploma TA 2023/2024 bertempat di Ruang Kuliah 1 Universitas Muhammadiyah Gombong. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, LPM Fakultas Ilmu Kesehatan, Ketua Prodi, Dosen Kebidanan Program Diploma dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi proses pembelajaran selama satu semester, selain pemaparan hasil monev pembelajaran semester genapjuga disampaikan evaluasi kurikulum oleh tim kurikulum.

]]>
Kelas Edukasi Kesehatan Pranikah dan Prakonsepsi Calon Pengantin Di KUA Kecamatan Gombong https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=984 Mon, 04 Mar 2024 06:18:23 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=984 World Health Organization (WHO) (2016) memperkirakan setiap tahun, di seluruh dunia, 303.000 wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan, 2,7 juta bayi meninggal selama 28 hari pertama kehidupan dan 2,6 juta bayi lahir mati. Ketua Komite Ilmiah International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health (ICIFPRH), menyatakan bahwa hingga tahun 2019 angka kematian ibu (AKI) Indonesia masih tetap tinggi, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup Padahal, target AKI Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup. Masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, termasuk AKI tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor yang mempengaruhinya, antara lain status kesehatan ibu dan kesiapan untuk hamil, pemeriksaan antenatal (masa kehamilan), pertolongan persalinan dan perawatan segera setelah persalinan, serta faktor sosial budaya.

Kehamilan yang ideal adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan, dan dijaga perkembangannya secara baik. Sedangkan kehamilan yang tidak diinginkan dapat berdampak negatif pada kondisi ibu dan anak karena dapat terjadi pengabaian kesehatan ibu dan anak saat proses kehamilan, persalinan dan nifas, potensi pengguguran kandungan yang tidak aman, melahirkan anak yang tidak sehat hingga pengabaian terhadap hak-hak anak. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat terjadi pada pasangan yang tidak menggunakan kontrasepsi padahal tidak ingin hamil, telah menggunakan kontrasepsi namun mengalami kegagalan, dan  akibat hubungan seks pranikah.

Calon pengantin yang akan menikah adalah cikal bakal terbentuknya sebuah keluarga, sehingga sebelum menikah calon pengantin perlu mempersiapkan kondisi kesehatannya. Selama ini, banyak orang yang kurang memahami pentingnya kondisi pada masa sebelum proses konsepsi sehingga para calon bapak dan ibu hnya berkonsentrasi pada persiapan proses kehamilan dan persalinan saja. Hal ini dapat terjadi karena minimnya pengetahuan tentang pranikah dan prakonsepsi.

Kelas edukasi kesehatan pranikah dan prakonsepsi calon pengantin adalah salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan oleh dosen dan mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan  calon pengantin tentang kesehatan khususnya kesehatan pada masa pranikah dan prakonsepsi sehingga dapat mempersiapkan perkawinan secara optimal, mempersiapkan kehamilan sehat, dan mendapatkan generasi yang berkualitas.

Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan secara berkesinambungan bekerjasama dengan beberapa instansi di Kabupaten Kebumen, salah satunya di KUA Kecamatan Gombong sejak tahun 2022. Sasaran kegiatan tersebut adalah pasangan calon pengantin yang sudah tercatat di wilayah KUA tersebut. Metode kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan pada calon pengantin di KUA Kecamatan Gombong. Peserta adalah 10 pasang calon pengantin, yang mengikuti kelas calon pengantin sebanyak 2x.  Materi diberikan langsung kepada calon pengantin melalui metode pembelajaran orang dewasa. Pengukuran pengetahuan melalui pre test dan post test. Semua peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan kerjasama dari berbagai pihak mulai dari persiapan sampai dengan evaluasi. Pihak yang turut serta meliputi adalah KUA Kecamatan Gombong.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan calon pengantin tentang kesehatan pada masa pranikah dan prakonsepsi . Tingkat pengetahuan calon pengantin pada saat pre test mayoritas adalah cukup (60%), sedangkan saat post test mayoritas baik (75%). Kesimpulan kegiatan ini pengabdian masyarakat melalui kelas edukasi kesehatan pranikah dan prakonsepsi pada calon pengantin efektif untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin sehingga diharapkan dapat mempersiapkan perkawinan dan kehamilan sehat setelah perkawinan.

]]>
KULIAH PAKAR INOVASI KOMPLEMENTER PERSALINAN SEBAGAI UNGGULAN DALAM PELAYANAN TPMB https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=968 Fri, 10 Nov 2023 03:19:26 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=968 Fikes-Unimugo. Kuliah Pakar yang menghadirkan pemateri Ibu Rugayah, S.Tr.Keb, C.Ht yang merupakan praktisi Hypnobirthing & Owner klinik pratama griya hamil sehat dengan tema “Inovasi Komplementer Persalinan sebagai Unggulan dalam pelayanan TPMB” yang diikuti oleh mahasiswa program studi kebidanan program diploma dan Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong. Perkuliahan dilaksanakan pada hari Kamis, 9 November 2023 melalui Zoom Meeting. Pemateri kali ini adalah ibu Rugayah, S.Tr.Keb,C.Ht merupakan owner klinik Pratam Griya hamil Sehat.

Mempersiapkan generasi berkualitas dengan persiapan kehamilan dan persalinan alami, kehamilan memerlukan beberapa persiapan diantaranya fisik, mental, spiritual. Stress yang dialami oleh ibu hamil disebabkan oleh pemikiran negatif dan perasaan takut dapat berpengaruh pada perkembangan fisiologis dan psikologis janin.

Dokumentasi

 

]]>
BEDAH BUKU AJAR ASUHAN KEHAMILAN https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=952 Sat, 04 Nov 2023 06:45:21 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=952 Fikes-Unimugo. Program Studi Kebidanan Program Diploma melaksanakan kegiatan Bedah Buku dengan mengangkat topik yaitu Bedah Buku Ajar Asuhan Kehamilan secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan diikuti oleh Mahasiswa Program Studi Kebidanan Program Diploma Tiga dan Kebidanan Program Sarjana Tingkat 2 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong.

Konsep dasar Rujukan yaitu kompetensi mampu untuk melakukan asuhan kebidanan secara mandiri/tim dan rujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat. Rujukan merupakan salah satu kunci untuk menurunkan angka kematian ibu, namun ada hambatan yaitu keterlambatan seperti terlambat mengambil keputusan, terlambat dibawa.

Rujukan dibagi menjadi dua yaitu Rujukan Darurat dan Rujukan Elektif. Rujukan Darurat dilakukan untuk menangani kasus emergendi yang tidak dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan tingkat I sedangkan Rujukan elektif dilakukan untuk mencari pendapat ahli terkait penyakit/kasus yang dialami oleh pasien dan mencari fasilitas yang lebih baik dalam penanganan pasien.

Keterlambatan penangan dapat di antisipasi dengan mulai dari percencanaan siapa yang mengambil keputusan mulai dari asuhan Kehamilan, pasien yang sudah sampai di pusat layanan maka lanyanin dengan segera terhadap ibu hamil.

 

Dokumentasi

]]>
RAPAT PERSIAPAN PEMBELAJARAN SEMESTER GASAL TA 2023/2024 PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=945 Sat, 19 Aug 2023 03:40:58 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=945 FIKES-UNIMUGO. Program Studi Kebidanan Program Diploma Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong melaksanakan Rapat Persiapan Pembelajaran Semester Gasal Tahun Ajaran 2023/2024 pada hari Jumat, 18 Agustus 2023 pukul 13.00 WIB dilakukan secara offline di Ruang Rapat 2 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Gombong. Dalam pembahasan agenda rapat ini adalah pemaparan program studi , profi lulusan, standar pembelajaran, pemaparan kurikulum. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Siti Mutoharoh, MPH dan dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Isma Yuniar, M.Kep, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Eka Riyanti, M.Kep.Sp.Kep.Mat, Dosen dan Tenaga Kependidikan.

]]>
RAPAT EVALUASI PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN SEMESTER GENAP TA 2022/2023 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=942 Tue, 15 Aug 2023 03:32:10 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=942 Fikes-Unimugo . Senin, 14 Juli 2023 telah dilaksanakan Rapat Evaluasi Pembelajaran Semester Genap Prodi Kebidanan Program Diploma TA 2022/2023 bertempat di Ruang Rapat 2 Universitas Muhammadiyah Gombong. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, LPM Fakultas Ilmu Kesehatan, Ketua Prodi, Dosen Kebidanan Program Diploma dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi proses pembelajaran selama satu semester, selain pemaparan hasil monev pembelajaran semester genap juga disampaikan evaluasi kurikulum oleh tim kurikulum.

 

]]>
GELAR INVITING ENGLISH, PRODI DIII KEPERAWATAN & DIII KEBIDANAN HADIRKAN NATIVE SPEAKER https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=937 Tue, 25 Jul 2023 03:43:04 +0000 https://prodi.unimugo.ac.id/d3bidan/?p=937

Fikes Unimugo – Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga (DIII) dan Program Studi Kebidanan Program Diploma Tiga (DIII), Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) berkolaborasi mengadakan kegiatan Intensive English “Inviting English Native Speaker” dengan mendatangkan native speaker. Kegitan mengundang native speaker atau “penutur  asli/pengguna bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari”  tersebut merupakan bagian dari pembelajaran pada mata kuliah Bahasa Inggris II.

Native speaker yang hadir di Unimugo berjumlah 3 orang, mereka berasal dari negara Yaman dan Afrika.  Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama antara Kantor Urusan Internasional UNIMUGO dengan Kantor Urusan Internasional UM Purwokerto tersebut digelar pada hari Sabtu, 22 Juli 2023 di Mini Hospital Universitas Muhammadiyah Gombong dan diikuti oleh 94 mahasiswa semester II Prodi DIII Keperawatan dan 25 mahasiswa semester II Prodi DIII Kebidanan yeng terlihat excited mengikuti kegiatan tersebut.

Sedangkan tujuan dari kegiatan Intensive English yaitu menyiapkan mahasiswa agar dapat terbiasa berkomunikasi dan berhadapan langsung dengan foreigners/orang asing. Selain itu juga untuk mempersiapkan diri pada persaingan di luar dan di dalam negeri dalam menghadapi 5.0 smart societies.

Hadir secara langsung yang menyambut para native speaker dalam kegiatan yaitu Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Ike Mardiati Agustin, M.Kep., Sp.Kep.J., Kaprodi DIII Kebidanan Siti Mutoharoh, MPH, Kaprodi DIII Keperawatan Hendri Tamara Yuda, S.Kep., Ns., M.Kep., Koordinator dan dosen pengampu Mata Kuliah Bahasa Inggris Muh. As’ad, M.Pd, Khamim Mustofa, M.Pd serta Sigit Jauhari, M.Pd

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fikes mengucapkan terima kasih atas kehadiran para native speaker di Universitas Muhammadiyah Gombong. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih keberanian mahasiswa melakukan komunikasi dan pemeriksaan kesehatan dalam bahasa Inggris”, tambah Ike Mardiati, M.Kep.,Sp.Kep.J.

Selama proses kegiatan, mahasiswa diwajibkan berkomunikasi dan melakukan pengkajian kesehatan kepada para native speaker menggunakan Bahasa Inggris. Mahasiswa sangat antusias bergantian secara kelompok melakukan komunikasi dan pengkajian kepada para native speaker. Sesuai dengan tujuan dilaksanakannya kegiatan, interaksi langsung dengan native speaker akan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa./TAY

Gunakan Bahasa Inggris Saat Cek Kesehatan 

]]>